Pengrusakan Rumah Ibadah di Padang Indosera

Pengrusakan Rumah Ibadah di Padang Itu Kriminal Murni

INDOSERA.id – Tindakan pengrusakan rumah ibadah yang baru-baru ini terjadi di Kelurahan Padang Sarai, Koto Tengah, Padang, Sumatera Barat, merupakan tindakan kriminal murni.

Karena merupakan tindakan kriminal murni, maka para pelaku dituntut untuk bertanggung jawab. Mereka harus bisa bertanggung jawab secara hukum atas tindakan mereka.

Hal ini ditegaskan Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, Kamis, Juli 2025. Dan ia memastikan bahwa kasus pengrusakan rumah ibadah yang dialami oleh GKSI di Padang itu, sudah diselesaikan.

Ia menegaskan, aksi yang dilakukan oleh para pelaku merupakan tindakan kriminal. Maka mereka harus dituntut sesuai dengan hukum yang berlaku.

“Para pelaku harus bertanggung jawab. Dan saya harap tindakan seperti ini adalah yang terakhir,” ujarnya.

Sebagai langkah nyata, kata Nasaruddin, ia sudah mengirimkan tim ke lokasi untuk membantu menyelesaikan kasus tersebut.

Ke depan, ia sedang menginisiasi program yang namanya Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) untuk meninjau dan melihat ulang orientasi pendidikan di Indonesia.

Menurutnya, melalui program tersebut pemerintah berubaya untuk menanamkan nilai-nilai cinta, kebersamaa, dan tanggung jawab ekologis sejak dini kepada siswa.

“Kita sedang mengembangkan kurikulum ini. Kita berharap bisa segera menerapkan kurikulum ini sehingga semakin mengurangi tindakan intoleransi seperti itu,” ujarnya.

Pengursakan rumah ibadah

Sebelumnya, Minggu, 27 Juli 2025, terjadi pengrusakan rumah ibadah milik Gereja Kristen Setia Indonesia (GKSI).

Rumah tersebut selama ini digunakan sebagai tempat pendidikan agama bagi anak-anak GKSI, sekaligus sebagai tempat mereka untuk berdoa.

Namun, tiba-tiba sejumlah masa datang dan menyerang serta melakukan tindakan merusak rumah yang selama ini difungsikan sebagai rumah ibadah tersebut.

Pendeta GKI Padang, F. Dachi menjelaskan bahwa rumah tersebut merupakan rumah ibadah dan juga lokasi belajar anak-anak.

Saat penyerangan, kata Dachi, umat GKSI sedang melangsungkan ibadah, sementara anak-anak sedang belajar agama.

Akibat dari penyerangan tersebut, kaca jendela rumah hancur, aliran listrik diputus, dan sejumlah alat lain yang ada di rumah doa tersebut dirusak masa.

Dua anak dikabarkan terluka akibat tindakan pengrusakan rumbah ibadah tersebut.

Views: 1

Spread the love

One thought on “Pengrusakan Rumah Ibadah di Padang Itu Kriminal Murni

Comments are closed.