INDOSERA.id – Tim SAR gabungan kembali menemukan enam jenazah korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.
Penemuan ini menambah daftar korban yang berhasil diidentifikasi sejak operasi pencarian dan penyelamatan dilakukan secara intensif di lokasi kejadian.
Keenam jenazah tersebut ditemukan tersebar dalam radius sekitar 50 meter dari titik penemuan awal.
Berdasarkan keterangan tim di lapangan, posisi para korban berada kurang lebih 250 meter di bawah puncak gunung, pada area dengan kontur medan yang sangat curam dan sulit dijangkau.
Menghadapi kondisi geografis yang ekstrem, Tim SAR memutuskan menggunakan teknik vertical rescue untuk proses evakuasi.
Teknik ini dilakukan dengan menarik jenazah secara bertahap menuju puncak gunung sebelum dibawa ke lokasi yang lebih aman.
Metode tersebut dinilai paling memungkinkan mengingat lokasi penemuan berada di jurang terjal dengan kedalaman yang berisiko tinggi bagi keselamatan tim.
Evakuasi dilakukan dengan penuh kehati-hatian, mengutamakan keselamatan personel SAR di tengah medan pegunungan yang menantang serta kondisi cuaca yang tidak menentu.
Tim SAR gabungan memastikan seluruh proses berjalan sesuai prosedur demi menghormati para korban dan mempercepat penanganan lebih lanjut.
Berikut fakta yang dapat diungkap seputar upaya pencarian korban Pesawat ATR 42-500:
Jenazah pramugari
Jenazah pramugari korban kecelakaan pesawat ATR 42-500, Florencia Lolita Wibisono, telah berhasil ditemukan dan diterbangkan ke Jakarta.
Setibanya di ibu kota, jenazah disemayamkan di Rumah Duka Grand Heaven Pluit untuk proses penghormatan terakhir oleh keluarga dan kerabat.
Anggota SAR kelelahan
Seorang anggota tim SAR dilaporkan pingsan saat melakukan pencarian korban pesawat ATR 42-500 di kawasan Gunung Bulusaraung.
Kondisi medan yang ekstrem serta kelelahan fisik diduga menjadi penyebab insiden tersebut.
Kotak hitam ditemukan
Kotak hitam pesawat ATR 42-500 berhasil ditemukan oleh tim SAR setelah penyisiran intensif di sekitar lokasi jatuhnya pesawat di Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan.
Penemuan ini menjadi kunci penting untuk mengungkap penyebab kecelakaan.
Medan Terjal
Proses evakuasi korban tidak berjalan mudah. Tim SAR harus menghadapi medan terjal, jurang curam, dan cuaca yang berubah-ubah saat mengevakuasi para korban dari lokasi kejadian.
Korban Dibawa ke Makassar
Setiap jenazah korban yang berhasil ditemukan langsung dievakuasi ke Makassar. Di sana, tim DVI melakukan proses identifikasi untuk memastikan identitas korban sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
Agama Rinjani bantu evakuasi
Relawan dari Agama Rinjani turut turun langsung ke lapangan untuk membantu tim SAR dalam pencarian dan evakuasi korban pesawat ATR 42-500.
Keterlibatan mereka memberikan tambahan tenaga dan semangat di tengah operasi yang penuh tantangan.
Views: 2
