INDOSERA.id – Tim dosen dan mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara (UMN) kembali melaksanakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) sebagai bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM).
Kegiatan ini mangangkat tema “Pemberdayaan Desa Binaan melalui Inovasi Teknologi Greenhouse dan Akuaponik Berbasis IoT dan Energi Surya untuk Pertanian dan Perikanan Berkelanjutan di Desa Bojong Renged, Kabupaten Tangerang.”
FGD ini dipimpin oleh Fahmy Rinanda Saputri selaku ketua pelaksana, bersama anggota tim dari UMN dan Universitas Siber Indonesia. FGD ini berlangsung di Golden Tulip Essential Hotel, Tangerang.
Peserta yang hadir 12 orang, yang terdiri dari perwakilan Kelompok Tani Waru Brilliant, Kelompok Perikanan Waru Brilliant, serta perangkat Desa Bojong Renged.
Tujuan utama kegiatan ini adalah menggali kondisi lapangan, permasalahan, serta kebutuhan teknologi yang dapat diimplementasikan untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan perikanan di wilayah tersebut.
Melalui sesi diskusi partisipatif, peserta aktif menyampaikan pandangan dan kebutuhan terkait pengelolaan greenhouse serta budidaya perikanan.
Hasil FGD menunjukkan bahwa fokus utama tahun pertama bagi Kelompok Tani adalah perbaikan struktur greenhouse. Selama ini fasilitas tersebut mudah ambruk saat hujan dan terendam air akibat urukan tanah yang belum optimal. Perbaikan akan menggunakan baja ringan dan hebel agar lebih kuat dan tahan lama.
Setelah perbaikan, greenhouse akan dimanfaatkan untuk budidaya pokcoy, cabai, dan selada, menggantikan tanaman melon yang dinilai sulit dalam perawatan. Penggunaan pupuk organik hasil fermentasi juga akan diterapkan untuk mendukung pertanian ramah lingkungan.

Tak hanya itu, peserta FGD juga menyepakati rencana pemasangan panel surya (PLTS) untuk menghemat energi listrik, serta penambahan CCTV guna meningkatkan keamanan fasilitas.
Dari sisi manajemen, akan dilakukan pelatihan dan sesi berbagi pengetahuan pertanian bersama Kelompok Tani. Sementara dari sisi pemasaran, direncanakan pembuatan merek dan kemasan produk yang akan dipasarkan melalui UMKM Waru Brilliant, warung lokal, dan bahkan lingkungan kampus UMN.
Budidaya Ikan Nila Merah Bangkok
Sementara itu, Kelompok Perikanan Waru Brilliant menetapkan fokus utama pada pengembangan budidaya ikan Nila Merah Bangkok karena memiliki permintaan pasar yang tinggi.
Kegiatan ini akan didukung dengan pembelian indukan unggul, perbaikan aerator, serta penyediaan sarana-prasarana akuaponik untuk menjaga sirkulasi dan kualitas air.
Parameter yang rencananya akan dipantau meliputi pH, suhu, TDS, dan kadar oksigen (minimum 10%) agar tingkat kematian ikan yang saat ini mencapai 10–15% dapat ditekan.
Dalam jangka panjang, kelompok juga berencana menambahkan alat monitoring kualitas air dan sistem alarm otomatis berbasis IoT jika anggaran memungkinkan.
Selain aspek teknis, kelompok ini juga akan mendapatkan pelatihan budidaya ikan dan studi banding ke peternakan Nila, serta pendampingan dalam pengemasan dan pemasaran produk.
Produk hasil panen akan dipasarkan melalui pengepul, warung lokal, dan dikembangkan menjadi produk olahan siap masak untuk meningkatkan nilai jual.

Dampak bagi Masyarakat
Fahmy Rinanda Saputri menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah awal dalam merancang penerapan teknologi tepat guna untuk mendukung pertanian dan perikanan berkelanjutan berbasis energi terbarukan.
“Melalui FGD ini, kami berupaya mendengarkan langsung kebutuhan masyarakat dan bersama-sama mencari solusi yang realistis serta berkelanjutan,” jelasnya.
Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kemendiktisaintek sebagai pihak pendana utama, Universitas Multimedia Nusantara (UMN) yang turut memberikan dukungan pendanaan dan pelaksanaan kegiatan, Universitas Siber Indonesia, serta Pemerintah Desa Bojong Renged.
Dukungan dari Kelompok Tani dan Kelompok Perikanan Waru Brilliant juga menjadi elemen penting dalam perumusan solusi yang tepat sasaran dan aplikatif.
Tim PkM PDB ini berharap hasil FGD ini dapat menjadi dasar implementasi teknologi greenhouse dan akuaponik berbasis IoT dan energi surya pada kegiatan selanjutnya, serta menjadi model pemberdayaan masyarakat desa yang berkelanjutan dan mandiri secara teknologi
Oleh: Fahmypudh
Views: 20
